PENELITIAN DRAMATURGIS
Profile
Object penelitian adalah karyawan stasiun televisi lokal Jak TV yang rata-rata berumur 23-25. Mereka News Editor yang shift kerjanya tidak menentu. Terkadang pagi, sore bahkan tengah malam. Para karyawan ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Dari yang baru pertama kerja sampai pindahan dari stasiun televisi yang lain.
Lokasi
Penelitian ini saya lakukan di kantor Jak TV yang terletak di kawasan SCBD.
Day 1:
Nama : Dedet
Hari : Rabu 2 Desember 2009
Waktu / Tempat : 08.45 AM / Lobby Jak TV
Hari ini jam 9 pagi seorang karyawan bernama Dedet baru saja datang untuk shift pagi. Sebelum bekerja dia membeli sarapan di warteg dekat kantor, tak lama dia kembali ke kantor dan mengobrol sebentar dengan teman-temannya. Melihat saya sedang duduk di lobby, diapun menghampiri saya dan kamipun mengobrol pagi itu. Dia bercerita kalau kemarin dia menghadap Chief Editornya untuk mengajukan cuti namun di tolak dengan alasan sudah banyak yang mengajukan cuti di bulan Desember. Dedet merasa agak kesal karena menurut dia, pengajuan cuti sudah diajukannya sejak November. Setelah mengobrol dengan saya dia masuk ke dalam ruang editing dan mulai bekerja.
Day 2 :
Nama : Angga D. Ardianto
Hari : Sabtu 5 Desember 2009
Waktu / Tempat : 17.30 PM / News Editing Room
Hari ini sabtu malam minggu dan kebbetulan kantor JAK TV tak begitu ramai karyawan. Saya mendapat keistimewaan bisa masuk ke dalam News Editing Room karena kenal denga salah satu editornya. Disana saya melihat editor bernama Angga sedang asik mengedit berita tentang Pelarangan Delman yang beroperasi di wilayah Monas. Belum selesai dia mengeditnya, datang seseorang dari library dan memberikannya beberapa materi lagi. Angga kesal dan berkata kepada orang library itu “ wah gak selese-selese nih..gw shift pagi jam segini masih banyak materi aja”. “ iya men, hari ini shift sore cuma dua editor dan kebetulan materi agak banyak, lo beresin dulu ye buat Jakarta Petang tuh “ sahut si library sambil meniggalkan Angga dan mengurus pekerjaan yang lain. Dalam situasi yang hectic, Angga harus mengerjakan materi tentang kecelakaan dan harus mengaburkan beberapa gambar membuatnya mual. Setelah selesai ia pun melaksanakan shalat magrib di Mushola dan kemudian memacu Mega Pronya melesat membelah kemacetan Jakarta.
Day 3 :
Nama : Angga D. Ardianto
Hari : Senin 7 Desember 2009
Waktu / Tempat : 16.00 PM / Mushola Jak TV
Saya bertemu Angga di mushola. Setelah dia melaksanakan shalat ashar, Angga terlihat asik mengobrol dengan temannya yang seorang driver. Mereka bercanda dan tertawa terbahak-bahak selama beberapa saat. Untuk shift pagi, memang jarang ada materi ketika sore hari. Maka dari itu Angga bisa beristirahat sejanak. Kemudian Angga tidur di mushola selama kurang lebih setengah jam. Kemudian ia bangun dan merapihkan bajunya. Ketika sedang memakai sepatu ada seorang reporter yang menyapanya dan kemudian mereka mengobrol tentang kejadian yang baru di alami si reporter. Tak lama mereka mengobrol kemudian Angga menuju kantin untuk membeli nu green tea dan kemudian kembali masuk ke dalam kantor dan melanjutkan pekerjaannya.
ANALYSIS
FRONT STAGE
Hal yang terlihat jelas dari editor adalah gayanya yang santai. Di saat semua karyawan harus memakai seragam saat bekerja, mereka lebih santai dan di tolenransi kalau hanya memakai kaos saja. Hal itu di karenakan mereka bekerja dalam satu ruangan dan tidak pergi kemana-mana layaknya reporter.
MIDDLE STAGE
Ketika berkomunikasi sesama editor, mereka tidak sungkan untuk mengungkapkan keluh kesahnya. Namun lain ketika mereka harus berhadapan dengan atasan mereka. Mau tidak mau mereka harus bersikap lebih sopan dan menerima, meskipun hal tersebut sering bertentangan dengan hati mereka. Maka tak jarang, di belakang atasan yang tidak mereka sukai, sering para editor ini membicarakan dan menumpahkan kekesalan mereka.
BACK STAGE
Diluar pekerjaan mereka sebagai seorang editor, mereka adalah manusia biasa. Seperti Angga, dia adalah anak yang penurut di rumahnya. Hingga usia 23, Angga masih suka membaca komik sinchan dan main game hingga larut malam. Meskipun di kantor dia terlihat mudah bergaul dan termasuk editor yang banyak teman, namun di rumah Angga anak yang pendiam dan sangat menurut dengan neneknya. Angga jarang makan di luar karena dia lebih suka masakan neneknya di rumah, maka tak jarang angga membawa bekal masakan nenek.
KESIMPULAN
Seperti yang Achmad Albar nyanyikan, bahwa dunia ini adalah panggung sandiwara. Setiap manusia menjalankan perannya masing-masing. Lain di pekerjaan lain juga di rumah. Belum tentu yang terlihat di luar sama dengan di dalamnya. Untuk itu, ada pepatah mengatakan “don’t judge a book by its cover”. Memang benar adanya, penelitian ini membuktikan bahwa antara front-middle-dan back stage adalah peran yang berbeda meskipun di lakukan oleh orang yang sama.
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 April 2010
MUNAS GOLKAR (Media Relations)
MUNAS ( Musyawarah Nasional ) GOLKAR
Yakni Pertemuan seluruh pengurus DPP, Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I dan II serta sejumlah organisasi bentukan Golkar itu akan menentukan Ketua Umum baru bagi partai berlambang pohon beringin ini.
Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) ingin mengembalikan tradisi waktu Musyawarah Nasional (Munas) yang biasa diselenggarakan pada bulan Oktober. Munas partai berlambang pohon beringin itu akan diselenggarakan sebelum pelantikan presiden terpilih pada 20 Oktober 2009.
Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Golongan Karya, Andi Mattalatta akhirnya terpilih untuk memimpin gelaran Musyawarah Nasional Partai Golkar pada Oktober mendatang.
Andi sebagai Ketua Pelaksana akan didampingi dua rekannya yakni Syamsul Mu'arif sebagai Ketua Sterring Committee, dan Fatommy Asaari sebagai Ketua Organizing Commitee. Ketua DPP Bidang Kesejahteraan Rakyat, Firman Soebagyo usai rapat harian di kediaman JK mengatakan, tim ini akan melakukan dua pokok tugas jelang digelarnya Munas Golkar.
CALON KANDIDAT KETUM GOLKAR
Pekanbaru - Kehadiran empat kandidat ketua umum pada pembukaan Munas ke-8 Partai Golkar di Kampar, Provinsi Riau, Senin malam, disambut meriah.
Tepuk tangan di ruangan kembali terjadi ketika Gubernur Riau Rusli Zainal yang juga Ketua DPD I Golkar Riau menyampaikan pidato sebagai tuan rumah. Sebagai tuan rumah, Riau berterima aksih diberi kepercayaan menyelenggarakan munas, katanya.
Rusli kemudian menyebutkan bahwa sejauh ini ada empat kandidat ketua umum Partai Golkar yang sudah menyatakan siap, yaitu Aburizal Bakrie, Surya paloh, Hutomo Mandala Putra dan Yuddy Chrisnandi.
Setiap menyebutkan nama kandidat, hadirin terutama pendukung kandidat bertepuk tangan dan meneriakan yel. Hal itu menyebabkan suasana gemuruh dari ruang pembukaan.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pidato pembukaan setelah sebelumnya Ketua Panitia Panitia Penyelenggara Andi Matalatta juga menyampaikan sambutan.
Pembukaan munas ditandai dengan menabuh kompang, alat musik tradisional Riau yang biasa ditabuh untuk menyambut tamu penting. JK menabuh kompang bersama Andi Matalatta dan Rusli Zainal di podium.
Tabuhan kompang oleh JK dan dua tokoh Golkar itu disambut tim atau satu kelompok penabuh kompang yang ada di samping bagian depan podium. Suasana kemudian diwarnai dengan suara musik kompang.
Usai pembukaan, jadwal resmi munas dilanjutkan Selasa (6/10) dengan agenda pengesahan jadwal acara dan tata tertib serta pemilihan pimpinan sidang, dilanjutkan penyampaian pertanggungjawaban DPP Golkar periode 2004-2009, pemandangan DPD Golkar atas pertanggungjawaban DPP.
Selanjutnya, agenda munas adalah tanggapan DPP Golkar atas pemandangan umum dari DPD Golkar, pernyataan munas terhadap pertanggungjawaban, pernyataan demisioner kepengurusan DPP Golkar serta penyerahan panji-panji Golkar, penjelasan materi munas dan pembentukan komisi-komisi.
PEMETAAN KEKUATAN MEDIA DARI 2 KANDIDAT TERKUAT
Surya Dharma Paloh (lahir di Kutaraja, Banda Aceh, Aceh, 16 Juli 1951; umur 58 tahun) adalah Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar. Surya Paloh juga dikenal sebagai pengusaha pers dan pimpinan Media Group yang memiliki harian Media Indonesia, Lampung Post, dan stasiun televisi Metro TV
Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946) adalah seorang pengusaha Indonesia yang merupakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya terkena perombakan (Reshuffle) yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie and Brothers (1972–1974)
Direktur PT. Bakrie and Brothers (1974–1982)
Wakil Direktur Utama PT. Bakrie and Brothers (1982–1988)
Direktur Utama PT Bakrie and Brothers (1988–1992)
Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation (1989–1992)
Komisaris Utama/Chairman kelompok usaha Bakrie (1992-s/d sekarang)
Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2005)
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2009)
Bos TVone
ANALISIS
Beginilah jadinya bila pengusaha, penguasa, sekaligus politisi menjadi pemilik stasiun televisi. Kepentingan bisnis, kepentingan politik, kepentingan sosial budaya, dan macam-macam tumpah tindih jadi satu. Centang perenang. Gak karu-karuan.
Hari-hari ini kita, rakyat Indonesia, dipaksa untuk menikmati propaganda Surya Paloh dan Aburizal Bakrie yang sama berambisi menjadi ketua umum Partai Golkar. Paloh bos Metro TV, Bakrie bos TVOne. Maka, politik redaksional kedua televisi, yang sama-sama fokus ke berita itu, pun menjadi bias tak karuan.
MetroTV habis-habisan berkampanye untuk Surya Paloh. TVOne bersama Karni Ilyas sebagai pemimpin redaksi pun mabuk-mabukan kampanye agar Aburizal Bakrie yang menguasai Golongan Karya. Ketika kepentingan ekonomi dan politik bersetubuh, maka tunggulah kerusakannya.
Dan sekarang MetroTV dan TVOne telah berhasil merusak habis nilai-nilai berita, bahkan yang paling mendasar. Akurasi, keberimbangan, kelengkapan, prasangka. Mana ada liputan Surya Paloh di TVOne? Dan mana ada pula liputan tentang Bakrie, yang baik-baik, di MetroTV?
Skandal pemberitaan menjelang musyawarah nasional Golkar di dua televisi berita ini membuat saya teringat pada ucapan seorang pengusaha media terkenal di Indonesia. Dia punya begitu banyak media baik media cetak maupun televisi. Namun, dia tidak pernah mau diwawancarai televisi-televisinya sendiri.
"Televisi itu beda dengan koran," katanya.
Televisi menggunakan frekuensi yang sangat terbatas, dan itu ranah publik. Bukan milik pengusaha bernama Fulan, Arkian, Surya Paloh, atau Aburizal Bakrie. Surya Paloh punya MetroTV, tapi frekuensi atau channel yang dipakai MetroTV milik rakyat.
Begitu pula dengan Aburizal Bakrie. Dia pemilik TVOne, tapi bukan pemilik frekuensi yang dipakai TVOne untuk menyebarluaskan siarannya ke mana-mana. Prinsip ini sangat mendasar. Semua pengusaha televisi tentu tahu filsafat komunikasi ini. Apalagi, para redaktur dan reporter televisi yang tentu saja sudah banyak membaca dan well-informed.
Taruhlah frekuensi televisi yang tersedia ada 50. Maka, 50 pemilik stasiun televisi itu hanya "dititipi" amanah untuk memanfaatkan channel dengan sebaik-baiknya, demi kemaslahan bersama. Akan sangat elok manakala pengusaha televisi menghindari publikasi dirinya di stasiun milik sendiri.
"Nggilani!" kata orang Surabaya. (Bikin mual).
Lha, kalau televisi dipakai pemilik yang punya kaitan dengan lumpur Lapindo di Sidoarjo untuk publik relation dirinya, bagaimana dengan kepentingan atau suara rakyat korban lumpur? Benarkah Aburizal Bakrie begitu dermawan, ikhlas, baik hati seperti disiarakan di TVOne pada 29 September 2009? Dan masih banyak pertanyaan lain.
Jika frekuensi atau channel itu milik publik, maka tentu publik atau rakyat berhak mencabut "amanah" yang sudah dititipkan kepada para pengusaha pengelola stasiun televisi jika channel disalahgunakan untuk kepentingan politiknya sendiri. Di sinilah peran Komisi Penyiaran atau pemerintah sebagai wasit atau pihak yang diberi kemwenangan untuk mengontrol penggunaan frekuensi.
Yang jelas, saya mual setiap kali menyaksikan propaganda Surya Paloh di Metro TV dan Aburizal Bakrie di TVOne. Bagaimana dengan anda??
Yakni Pertemuan seluruh pengurus DPP, Dewan Pimpinan Daerah Tingkat I dan II serta sejumlah organisasi bentukan Golkar itu akan menentukan Ketua Umum baru bagi partai berlambang pohon beringin ini.
Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) ingin mengembalikan tradisi waktu Musyawarah Nasional (Munas) yang biasa diselenggarakan pada bulan Oktober. Munas partai berlambang pohon beringin itu akan diselenggarakan sebelum pelantikan presiden terpilih pada 20 Oktober 2009.
Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Golongan Karya, Andi Mattalatta akhirnya terpilih untuk memimpin gelaran Musyawarah Nasional Partai Golkar pada Oktober mendatang.
Andi sebagai Ketua Pelaksana akan didampingi dua rekannya yakni Syamsul Mu'arif sebagai Ketua Sterring Committee, dan Fatommy Asaari sebagai Ketua Organizing Commitee. Ketua DPP Bidang Kesejahteraan Rakyat, Firman Soebagyo usai rapat harian di kediaman JK mengatakan, tim ini akan melakukan dua pokok tugas jelang digelarnya Munas Golkar.
CALON KANDIDAT KETUM GOLKAR
Pekanbaru - Kehadiran empat kandidat ketua umum pada pembukaan Munas ke-8 Partai Golkar di Kampar, Provinsi Riau, Senin malam, disambut meriah.
Tepuk tangan di ruangan kembali terjadi ketika Gubernur Riau Rusli Zainal yang juga Ketua DPD I Golkar Riau menyampaikan pidato sebagai tuan rumah. Sebagai tuan rumah, Riau berterima aksih diberi kepercayaan menyelenggarakan munas, katanya.
Rusli kemudian menyebutkan bahwa sejauh ini ada empat kandidat ketua umum Partai Golkar yang sudah menyatakan siap, yaitu Aburizal Bakrie, Surya paloh, Hutomo Mandala Putra dan Yuddy Chrisnandi.
Setiap menyebutkan nama kandidat, hadirin terutama pendukung kandidat bertepuk tangan dan meneriakan yel. Hal itu menyebabkan suasana gemuruh dari ruang pembukaan.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pidato pembukaan setelah sebelumnya Ketua Panitia Panitia Penyelenggara Andi Matalatta juga menyampaikan sambutan.
Pembukaan munas ditandai dengan menabuh kompang, alat musik tradisional Riau yang biasa ditabuh untuk menyambut tamu penting. JK menabuh kompang bersama Andi Matalatta dan Rusli Zainal di podium.
Tabuhan kompang oleh JK dan dua tokoh Golkar itu disambut tim atau satu kelompok penabuh kompang yang ada di samping bagian depan podium. Suasana kemudian diwarnai dengan suara musik kompang.
Usai pembukaan, jadwal resmi munas dilanjutkan Selasa (6/10) dengan agenda pengesahan jadwal acara dan tata tertib serta pemilihan pimpinan sidang, dilanjutkan penyampaian pertanggungjawaban DPP Golkar periode 2004-2009, pemandangan DPD Golkar atas pertanggungjawaban DPP.
Selanjutnya, agenda munas adalah tanggapan DPP Golkar atas pemandangan umum dari DPD Golkar, pernyataan munas terhadap pertanggungjawaban, pernyataan demisioner kepengurusan DPP Golkar serta penyerahan panji-panji Golkar, penjelasan materi munas dan pembentukan komisi-komisi.
PEMETAAN KEKUATAN MEDIA DARI 2 KANDIDAT TERKUAT
Surya Dharma Paloh (lahir di Kutaraja, Banda Aceh, Aceh, 16 Juli 1951; umur 58 tahun) adalah Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar. Surya Paloh juga dikenal sebagai pengusaha pers dan pimpinan Media Group yang memiliki harian Media Indonesia, Lampung Post, dan stasiun televisi Metro TV
Ir. H. Aburizal Bakrie (lahir di Jakarta, 15 November 1946) adalah seorang pengusaha Indonesia yang merupakan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian dalam kabinet yang sama, namun posisinya terkena perombakan (Reshuffle) yang dilakukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 5 Desember 2005.Asisten Dewan Direksi PT. Bakrie and Brothers (1972–1974)
Direktur PT. Bakrie and Brothers (1974–1982)
Wakil Direktur Utama PT. Bakrie and Brothers (1982–1988)
Direktur Utama PT Bakrie and Brothers (1988–1992)
Direktur Utama PT. Bakrie Nusantara Corporation (1989–1992)
Komisaris Utama/Chairman kelompok usaha Bakrie (1992-s/d sekarang)
Menteri Koordinator Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2005)
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2009)
Bos TVone
ANALISIS
Beginilah jadinya bila pengusaha, penguasa, sekaligus politisi menjadi pemilik stasiun televisi. Kepentingan bisnis, kepentingan politik, kepentingan sosial budaya, dan macam-macam tumpah tindih jadi satu. Centang perenang. Gak karu-karuan.
Hari-hari ini kita, rakyat Indonesia, dipaksa untuk menikmati propaganda Surya Paloh dan Aburizal Bakrie yang sama berambisi menjadi ketua umum Partai Golkar. Paloh bos Metro TV, Bakrie bos TVOne. Maka, politik redaksional kedua televisi, yang sama-sama fokus ke berita itu, pun menjadi bias tak karuan.
MetroTV habis-habisan berkampanye untuk Surya Paloh. TVOne bersama Karni Ilyas sebagai pemimpin redaksi pun mabuk-mabukan kampanye agar Aburizal Bakrie yang menguasai Golongan Karya. Ketika kepentingan ekonomi dan politik bersetubuh, maka tunggulah kerusakannya.
Dan sekarang MetroTV dan TVOne telah berhasil merusak habis nilai-nilai berita, bahkan yang paling mendasar. Akurasi, keberimbangan, kelengkapan, prasangka. Mana ada liputan Surya Paloh di TVOne? Dan mana ada pula liputan tentang Bakrie, yang baik-baik, di MetroTV?
Skandal pemberitaan menjelang musyawarah nasional Golkar di dua televisi berita ini membuat saya teringat pada ucapan seorang pengusaha media terkenal di Indonesia. Dia punya begitu banyak media baik media cetak maupun televisi. Namun, dia tidak pernah mau diwawancarai televisi-televisinya sendiri.
"Televisi itu beda dengan koran," katanya.
Televisi menggunakan frekuensi yang sangat terbatas, dan itu ranah publik. Bukan milik pengusaha bernama Fulan, Arkian, Surya Paloh, atau Aburizal Bakrie. Surya Paloh punya MetroTV, tapi frekuensi atau channel yang dipakai MetroTV milik rakyat.
Begitu pula dengan Aburizal Bakrie. Dia pemilik TVOne, tapi bukan pemilik frekuensi yang dipakai TVOne untuk menyebarluaskan siarannya ke mana-mana. Prinsip ini sangat mendasar. Semua pengusaha televisi tentu tahu filsafat komunikasi ini. Apalagi, para redaktur dan reporter televisi yang tentu saja sudah banyak membaca dan well-informed.
Taruhlah frekuensi televisi yang tersedia ada 50. Maka, 50 pemilik stasiun televisi itu hanya "dititipi" amanah untuk memanfaatkan channel dengan sebaik-baiknya, demi kemaslahan bersama. Akan sangat elok manakala pengusaha televisi menghindari publikasi dirinya di stasiun milik sendiri.
"Nggilani!" kata orang Surabaya. (Bikin mual).
Lha, kalau televisi dipakai pemilik yang punya kaitan dengan lumpur Lapindo di Sidoarjo untuk publik relation dirinya, bagaimana dengan kepentingan atau suara rakyat korban lumpur? Benarkah Aburizal Bakrie begitu dermawan, ikhlas, baik hati seperti disiarakan di TVOne pada 29 September 2009? Dan masih banyak pertanyaan lain.
Jika frekuensi atau channel itu milik publik, maka tentu publik atau rakyat berhak mencabut "amanah" yang sudah dititipkan kepada para pengusaha pengelola stasiun televisi jika channel disalahgunakan untuk kepentingan politiknya sendiri. Di sinilah peran Komisi Penyiaran atau pemerintah sebagai wasit atau pihak yang diberi kemwenangan untuk mengontrol penggunaan frekuensi.
Yang jelas, saya mual setiap kali menyaksikan propaganda Surya Paloh di Metro TV dan Aburizal Bakrie di TVOne. Bagaimana dengan anda??
Selasa, 10 April 2001
Partai Politik (Sistem Politik Indonesia)
PARTAI POLITIK
I. Pendahuluan
Partai politik adalah salah satu komponen yang penting di dalam dinamika perpolitikan sebuah bangsa. Partai politik dipandang sebagai salah satu cara seseorang atau sekelompok individu untuk meraih kekuasaan,argumen seperti ini sudah biasa kita dengar di berbagai media massa ataupun seminar-seminar yang kita ikuti khususnya yang membahas tentang partai politik.
Pada kesempatan kali ini pun penulis akan membahas tentang partai politik akan tetapi yang akan dibahas di dalam tulisan ini bukanlah strategi partai politik untuk memperoleh kekuasaan, tetapi lebih bersifat pengantar untuk mengenal lebih dekat apa dan bagaimana partai politik itu. Karena lebih bersifat pengantar maka penulis membagi tulisan ini menjadi empat pokok bahasan singkat yang merupakan pengetahuan dasar di dalam memahami partai politik.
Pertama, definisi Partai Politik akan mencoba menjelaskan tentang pengertian partai politik secara umum. Kedua menjelaskan tentang fungsi-fungsi yang terdapat di dalam partai politik. Ketiga Sistem partai politik yang berlaku di dunia. Keempat Tujuan pendirian partai politik.
II. Definisi Partai Politik
Partai politik, per definisi, merupakan sekumpulan orang yang secara terorganisir mem-bentuk sebuah lembaga yang bertujuan merebut kekuasaan politik secara sah untuk bisa menjalankan program-programnya. Parpol biasanya mempunyai asas, tujuan, ideolog, dan misi tertentu yang diterjemahkan ke dalam program-programnya. Parpol juga mempunyai pengurus dan massa[3].
Ada pula Roger F Saltou yang mendefinisikan partai politik sebagai kelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisasikan, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih, bertujuan untuk menguasai pemerintahan dan menjalankan kebijakan umum yang mereka buat[ 4]. Mengacu pada dua definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa partai politik merupakan hasil pengorganisasian dari sekelompok orang agar memperoleh kekuasaan untuk menjalankan program yang telah direncanakan.
Fungsi-Fungsi Partai Politik
Partai politik sebagai sebuah instrumen politik memiliki beberapa macam fungsi partai politik diantaranya. Pertama, melakukan sosialisasi politik, pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat Kedua, rekrutmen politik yaitu seleksi dan pemilihan atau pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik.
Ketiga, partisipasi politik, kegiatan warga negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan umum dan ikut menentukan pemimpin pemerintahan.Empat, pemandu kepentingan, mengatur lalu lintas kepentingan yang seringkali bertentangan dan memiliki orientasi keuntungan sebanyak-banyaknya.
Lima, komunikasi politik, partai politik melakukan proses penyampaian informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah.Enam, pengendalian konflik, partai politik melakukan pengendalian konflik mulai dari perbedaan pendapat sampai pada pertikaian fisik antar individu atau kelompok. Tujuh, Kontrol politik, partai politik melakukan kegiatan untuk menunjukan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isi kebijakan atau pelaksaan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Fungsi utama partai politik adalah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu dengan cara ikut pemilihan umum. Partai politik juga melakukan kegiatan meliputi seleksi calon-calon, kampanye dan melaksanakan fungsi pemerintahan (legislatif dan eksekutif). Diantara fungsi yang lain yaitu melakukan sosialisasi politik, pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat, Rekrutmen politik yaitu seleksi dan pemilihan atau pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik. Partisipasi politik, kegiatan warga negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan umum dan ikut menentukan pemimpin pemerintahan. Pemandu Kepentingan, mengatur lalulintas kepentingan yang seringkali bertentangan dan memiliki orientasi keuntungan sebanyak-bankyaknya. Komunikasi politik, partai politik melakukan proses penyampaian informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah. Pengendalian konflik, partai politik melakukan pengendalian konflik mulai dari perbedaan pendapat sampai pada pertikaian fisik antar individu atau kelompok. Kontrol politik, partai politik melakukan kegiatan untuk menunjukan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isi kebijakan atau pelaksaan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
III. Sistem Partai Politik
Maurice Duverger membagi sistem partai politik menjadi tiga sistem utama yaitu :
A. Sistem partai Tunggal
Sistem partai ini biasanya berlaku di dalam negara-negara Komunis seperti Cina dan Uni Soviet
B. Sistem dua partai
Sistem partai seperti ini dianut sebagian negera yang menggunakan paham liberal pemilihan di negara-negara tersebut mengguanakan sistem distrik. Negara yang menganut sistem dua partai adalah Amerika Serikat dan Inggris.
C. Sistem Multipartai
Sistem partai seperti ini dianut oleh negara Belanda, Perancis, di dalam ssitem ini menganut partai mayoritas dan minoritas dan diikuti oleh lebih dari dua partai.
Tujuan Partai Politik
Berdasarkan basis sosial dan tujuan partai politik dibagi menjadi empat tipe yaitu[ 7] :
1. Partai politik berdasarkan lapisan masyarakat yaitu bawah, menengah dan lapisan atas.
2. Partai politik berdasarkan kepentignan tertentu yaitu petani, buruh dan pengusaha.
3. Partai politik yang didasarkan pemeluk agama tertentu.
4. Partai politik yang didasarkan pada kelompok budaya tertentu.
IV. Partai Politik di Indonesia
Indonesia menganut sistem kepertaian dengan sistem multi partai, sejak reformasi 1998 Indonesia menganut sistem multi partai. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan partai politik di Indonesia adalah melakukan penaksiran (assessment) terhadap tingkat pelembagaan yang telah berlangsung dalam suatu partai politik Yang dimaksud dengan pelembagaan partai politik ialah proses pemantapan partai politik baik dalam wujud perilaku yang memola maupun dalam sikap atau budaya (the process by which the party becomes established in terms of both of integrated patterns of behavior and of attitude or culture). Proses pelembagaan ini mengandung dua aspek, aspek internal-eksternal, dan aspek struktural-kultural. Bila kedua dimensi ini dipersilangkan, maka akan tampak sebuah tabel empat sel, yaitu (1) derajat kesisteman (systemness) suatu partai sebagai hasil persilangan aspek internal dengan struktural, (2) derajat identitas nilai (value infusion) suatu partai sebagai hasil persilangan aspek internal dengan kultural, (3) derajat otonomi suatu partai dalam pembuatan keputusan (decisional autonomy) sebagai hasil persilangan aspek eksternal dengan struktural, dan (4) derajat pengetahuan atau citra publik (reification) terhadap suatu partai politik sebagai persilangan aspek eksternal dengan kultural (Vicky Randall dan Lars Svasand, dalam Party Politics, Vol 8 Januari No 1 Tahun 2002
Kelemahan internal dan eksternal
Partai politik di Indonesia setidak-tidaknya mengandung tiga kelemahan utama, yaitu (1) ideologi partai yang tidak operasional sehingga tidak saja sukar mengidentifikasi pola dan arah kebijakan publik yang diperjuangkannya tetapi juga sukar membedakan partai yang satu dengan partai lain; (2) secara internal organisasi partai kurang dikelola secara demokratis sehingga partai politik lebih sebagai organisasi pengurus yang bertikai daripada suatu organisme yang hidup sebagai gerakan anggota; (3) secara eksternal kurang memiliki pola pertanggungjawaban yang jelas kepada publik. Uraian berikut ini merupakan penjabaran lebih lanjut ketiga kategori kelemahan partai politik tersebut.
Menurut catatan terakhir [pada bulan Agustus 2002] terdapat 204 partai politik yang telah terdaftar sebagai badan publik di Departemen Kehakiman dan HAM. Sebagian dari partai ini mungkin hanya tinggal nama saja sedangkan pengurus dan anggotanya pindah ke partai lain. Bila ditinjau dari sejarah ideologi kepartaian di Indonesia sesungguhnya jumlah partai politik yang memiliki basis pendukung paling banyak antara 5 sampai 10 partai politik, yaitu partai-partai politik yang mempunyai basis ideologi keislaman dari berbagai spektrum, ideologi nasionalisme dari berbagai spektrum, ideologi sosialisme dari berbagai spektrum, ideologi kekristenan dari berbagai spectrum, dan ideologi kedaerahan. Dari pengalaman Pemilu 1955 dan Pemilu 1999 juga dapat disimpulkan bahwa partai politik yang memiliki basis sosial yang kuat hanyalah lima partai politik. Bila demikian, mengapa jumlah partai politik begitu banyak dewasa ini?
Salah satu faktor yang menjadi penyebab mengapa begitu banyak partai politik didirikan ialah kemunculan persepsi dan penilaian dari sebagian politisi bahwa partai politik yang sudah ada, khususnya yang telah memiliki kursi dalam jumlah memadai di DPR, tidak memiliki ideologi (platform partai) yang jelas. PDIP misalnya dianggap tidak mewakili ideologi nasionalisme-marhaen karena itu dibentuklah partai politik lain (lebih dari enam partai) yang diklaim lebih mencerminkan ideologi nasionalisme-marhaen. PBB dianggap tidak terlalu mencerminkan Masyumi sehingga dibentuklah sejumlah partai lain yang mengklaim diri penerus ideologi Masyumi. PKB dipersepsi tidak mewakili ‘ideologi’ Islam tradisional NU, karena itu didirikanlah sejumlah partai lain yang diklaim lebih mewakili ‘ideologi’ NU. Partai Golkar dipandang tidak lagi mengedepankan wawasan kebangsaan sehingga dibentuklah sejumlah partai lain yang berwawasan kebangsaan, dan lain sebagainya.
Yang perlu dipertanyakan adalah apakah penilaian tentang ketidakjelasan ideologi partai politik ini benar? Karena ideologi partai (platform partai, visi dan misi partai) merupakan preskripsi suatu partai tentang negara dan masyarakat yang dianggap baik dan karena itu hendak diperjuangkan perwujudannya, maka apakah suatu partai politik, bahkan politisi, memiliki ideologi yang jelas atau tidak dapatlah dilihat bukan pada AD/ART dan pidato yang penuh retorika melainkan pada pola dan arah kebijakan publik yang diperjuangkannya, pada pernyataan politik yang dikeluarkan untuk merespon aspirasi berbagai kalangan masyarakat ataupun merespon permasalahan yang dihadapi bangsa, dan pada sikap dan posisi yang diambilnya dalam pembahasan peraturan perundang-undangan di lembaga legislatif. Partai politik di Indonesia tampaknya belum dapat dibedakan secara jelas dari sejumlah indikator tersebut melainkan lebih dapat dibedakan dari sentiment kelompok saja.
Partai politik di Indonesia lebih terkesan sebagai organisasi pengurus yang sering bertikai daripada organismne yang hidup karena dinamika partai sebagai gerakan anggota. Walaupun Pasal UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik mewajibkan setiap partai politik untuk "mendaftar dan memelihara daftar anggotanya", tidak banyak partai politik yang melaksanakan amanat UU tersebut. Hal ini terjadi tidak saja karena banyak anggota rnasyarakat yang enggan mendaftarkan diri sebagai anggota partai tetapi juga karena partai politik sendiri tidak melakukan berbagai upaya yang membangkitkan minat menjadi anggota partai politik. Insentif menjadi anggota partai polilik, seperti ikut menentukan siapa yang menjadi pengurus partai, ikut menentukan siapa yang menjadi calon partai untuk pemilihan anggota dewan ataupun kepala pemerintahan pada tingkat nasional dan daerah, ikut menentukan kebijakan partai dalam berbagai peraturan perundang-undangan, dan dapat menyalurkan aspirasi melalui partai politik, kurang dijamin secara memadai. Karena partai politik tidak memiliki jumlah anggota yang jelas, maka yang terjadi kebanyakan berupa klaim jumlah anggota atau jumlah pendukung.
Fenomena peningkatan jumlah partai politik juga terjadi karena perpecahan atau sempalan dari partai politik yang sudah ada. Perpecahan yang terjadi dalam partai politik belakangan ini, dapat dikatakan tidak ada yang menyangkut perbedaan ideologi ataupun karena perbedaan pola dan arah kebijakan yang hendak ditempuh. Perpecahan yang berakhir dengan pembentukan partai baru ini terutama disebabkan oleh persaingan mendapatkan kedudukan -- di dalam partai ataupun kedudukan di lembaga legislatif dan eksekutif yang mewakili partai politik -- yang tidak diatur melalui mekanisme yang terbuka, kompetitif dan fair. Demokrasi prosedural dalam tubuh partai politik tidak hanya belum melembaga/mempola tetapi juga belum dirumuskan secara rinci. Demokrasi prosedural yang saya maksudkan ialah semacam peraturan tata tertib di DPR/D ataupun AD/ART pada setiap organisasi politik. Setiap partai politik memang sudah memiliki AD/ART tetapi dirumuskan begitu umum sehingga tidak mampu menjadi aturan main untuk menyelesaikan konflik yang muncul dalam suatu partai. Manakala terjadi konflik dan AD/ART tidak mampu menjadi aturan main menyelesaikan konflik tersebut, maka kasusnya dibawa kepada massa pendukung masing-masing dan kepada ketua umum partai. Karena AD/ART tidak mampu menjadi aturan main, maka ketua umum partai harus membuat penafsiran dan kebijaksanaan. Salah satu factor yang mempengaruhi Ketua umum membuat penafsiran dan kebijaksanaan itu ialah dukungan massa. Pengambilan keputusan oleh kepeminpinan dominan ini selalu berakhir dengan ‘politik membelah bambu’, yaitu yang satu diangkat (dimenangkan) yang lain dipijak (dikalahkan). Pihak yang dikalahkan jelas tidak dapat menerima keputusan tersebut, dan karena tidak ada alternatif lain, mereka membentuk partai politik baru untuk memperjuangkan suatu visi yang diyakini.
Hal lain yang masih berkaitan dengan demokrasi prosedural ialah mekanisme pemilihan pengurus, hubungan pengurus pusat dengan pengurus cabang, dan mekanisme penentuan calon partai untuk pemilihan anggota lembaga legislatif dan pemilihan kepala daerah. Ketiga hal ini selalu menjadi isu hangat dalam setiap partai, dan selalu menjadi sumber konflik internal dalam suatu partai. Dalam UU tentang Partai Politik dikemukakan bahwa kedaulatan partai terletak pada tangan anggota. Karena anggota partai hanyalah para pengurus dan aktivis partai saja, sedangkan anggota pada tingkat ‘akar rumput’, cenderung dilibatkan hanya sebagai massa penggembira dan pendukung fanatik, maka pengambilan keputusan cenderung dibuat oleh para pengurus. Penentuan calon partai untuk ikut pemilihan anggota DPR/D ataupun pemilihan kepala daerah misalnya masih didominasi oleh sekelompok kecil pengurus. Tidaklah mengherankan bila lebih dari 50% anggota DPR sekarang berasal dari wilayah JABOTABEK, dan sebagian besar anggota DPRD provinsi juga berasal dari ibukota provinsi tersebut. Dewasa ini telah muncul tuntutan di berbagai daerah agar dalam UU Pemilu dibuat ketentuan yang tidak hanya
membuat persyaratan domisili bagi calon yang mewakili suatu daerah tetapi juga calon setiap partai harus dipilih oleh anggota partai di daerah yang bersangkutan.
UU tentang pemerintahan daerah telah memberikan kewenangan yang sangat luas kepada daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan daerah sendiri dalam bidang dan jenis kewenangan yang diberikan kepada daerah ybs. Akan tetapi hubungan pengurus pusat dan pengurus cabang justeru masih sangat sentralistik, bahkan bagi banyak partai yang dimaksud dengan pengurus pusat hanyalah ketua umum, sehingga tidaklah mengherankan bila cabang-cabang partai politik di daerah tidak saja kurang memiliki basis lokal tetapi juga mengalami kebingungan harus mengikuti suara partai ataukah suara pengurus. Kalau UU Parpol membuka kemungkinan mendirikan partai lokal, bukan tidak mungkin jumlah partai lokal juga akan sangat banyak sekali karena pengurus pusat partai dinilai lebih mengutamakan kepentingan orang-orang pusat daripada orang-orang daerah. Karena itu dalam partai politik juga harus dilakukan desentralisasi dalam sejumlah bidang kegiatan partai.
Sebagaimana pernah diungkapkan oleh sejumlah media ternyata hanya dua partai politik yang sudah menyampaikan laporan keuangannya kepada Mahkamah Agung tetapi itupun untuk tahun anggaran 2000. Dengan kasatmata masyarakat mengetahui pelaksanaan sejumlah kegiatan partai yang jelas menghabiskan anggaran yang besar tetapi sumber dana partai politik peserta pemilu tidak transparan. Akibatnya publik tidak dapat mengetahui apakah yang dilakukan oleh suatu partai politik di lembaga legislatif dan eksekutif berhubungan langsung ataukah tidak dengan kepentingan penyumbang dana terbesar bagi partai tersebut. Konsekuensinya, juga tidak akan diketahui apakah yang rnemegang kedaulatan partai itu para pengurus ataukah penyandang dana?
I. Pendahuluan
Partai politik adalah salah satu komponen yang penting di dalam dinamika perpolitikan sebuah bangsa. Partai politik dipandang sebagai salah satu cara seseorang atau sekelompok individu untuk meraih kekuasaan,argumen seperti ini sudah biasa kita dengar di berbagai media massa ataupun seminar-seminar yang kita ikuti khususnya yang membahas tentang partai politik.
Pada kesempatan kali ini pun penulis akan membahas tentang partai politik akan tetapi yang akan dibahas di dalam tulisan ini bukanlah strategi partai politik untuk memperoleh kekuasaan, tetapi lebih bersifat pengantar untuk mengenal lebih dekat apa dan bagaimana partai politik itu. Karena lebih bersifat pengantar maka penulis membagi tulisan ini menjadi empat pokok bahasan singkat yang merupakan pengetahuan dasar di dalam memahami partai politik.
Pertama, definisi Partai Politik akan mencoba menjelaskan tentang pengertian partai politik secara umum. Kedua menjelaskan tentang fungsi-fungsi yang terdapat di dalam partai politik. Ketiga Sistem partai politik yang berlaku di dunia. Keempat Tujuan pendirian partai politik.
II. Definisi Partai Politik
Partai politik, per definisi, merupakan sekumpulan orang yang secara terorganisir mem-bentuk sebuah lembaga yang bertujuan merebut kekuasaan politik secara sah untuk bisa menjalankan program-programnya. Parpol biasanya mempunyai asas, tujuan, ideolog, dan misi tertentu yang diterjemahkan ke dalam program-programnya. Parpol juga mempunyai pengurus dan massa[3].
Ada pula Roger F Saltou yang mendefinisikan partai politik sebagai kelompok warga negara yang sedikit banyak terorganisasikan, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik dan dengan memanfaatkan kekuasaannya untuk memilih, bertujuan untuk menguasai pemerintahan dan menjalankan kebijakan umum yang mereka buat[ 4]. Mengacu pada dua definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa partai politik merupakan hasil pengorganisasian dari sekelompok orang agar memperoleh kekuasaan untuk menjalankan program yang telah direncanakan.
Fungsi-Fungsi Partai Politik
Partai politik sebagai sebuah instrumen politik memiliki beberapa macam fungsi partai politik diantaranya. Pertama, melakukan sosialisasi politik, pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat Kedua, rekrutmen politik yaitu seleksi dan pemilihan atau pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik.
Ketiga, partisipasi politik, kegiatan warga negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan umum dan ikut menentukan pemimpin pemerintahan.Empat, pemandu kepentingan, mengatur lalu lintas kepentingan yang seringkali bertentangan dan memiliki orientasi keuntungan sebanyak-banyaknya.
Lima, komunikasi politik, partai politik melakukan proses penyampaian informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah.Enam, pengendalian konflik, partai politik melakukan pengendalian konflik mulai dari perbedaan pendapat sampai pada pertikaian fisik antar individu atau kelompok. Tujuh, Kontrol politik, partai politik melakukan kegiatan untuk menunjukan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isi kebijakan atau pelaksaan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Fungsi utama partai politik adalah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu dengan cara ikut pemilihan umum. Partai politik juga melakukan kegiatan meliputi seleksi calon-calon, kampanye dan melaksanakan fungsi pemerintahan (legislatif dan eksekutif). Diantara fungsi yang lain yaitu melakukan sosialisasi politik, pembentukan sikap dan orientasi politik para anggota masyarakat, Rekrutmen politik yaitu seleksi dan pemilihan atau pengangkatan seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan sejumlah peranan dalam sistem politik. Partisipasi politik, kegiatan warga negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan umum dan ikut menentukan pemimpin pemerintahan. Pemandu Kepentingan, mengatur lalulintas kepentingan yang seringkali bertentangan dan memiliki orientasi keuntungan sebanyak-bankyaknya. Komunikasi politik, partai politik melakukan proses penyampaian informasi mengenai politik dari pemerintah kepada masyarakat dan dari masyarakat kepada pemerintah. Pengendalian konflik, partai politik melakukan pengendalian konflik mulai dari perbedaan pendapat sampai pada pertikaian fisik antar individu atau kelompok. Kontrol politik, partai politik melakukan kegiatan untuk menunjukan kesalahan, kelemahan dan penyimpangan dalam isi kebijakan atau pelaksaan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
III. Sistem Partai Politik
Maurice Duverger membagi sistem partai politik menjadi tiga sistem utama yaitu :
A. Sistem partai Tunggal
Sistem partai ini biasanya berlaku di dalam negara-negara Komunis seperti Cina dan Uni Soviet
B. Sistem dua partai
Sistem partai seperti ini dianut sebagian negera yang menggunakan paham liberal pemilihan di negara-negara tersebut mengguanakan sistem distrik. Negara yang menganut sistem dua partai adalah Amerika Serikat dan Inggris.
C. Sistem Multipartai
Sistem partai seperti ini dianut oleh negara Belanda, Perancis, di dalam ssitem ini menganut partai mayoritas dan minoritas dan diikuti oleh lebih dari dua partai.
Tujuan Partai Politik
Berdasarkan basis sosial dan tujuan partai politik dibagi menjadi empat tipe yaitu[ 7] :
1. Partai politik berdasarkan lapisan masyarakat yaitu bawah, menengah dan lapisan atas.
2. Partai politik berdasarkan kepentignan tertentu yaitu petani, buruh dan pengusaha.
3. Partai politik yang didasarkan pemeluk agama tertentu.
4. Partai politik yang didasarkan pada kelompok budaya tertentu.
IV. Partai Politik di Indonesia
Indonesia menganut sistem kepertaian dengan sistem multi partai, sejak reformasi 1998 Indonesia menganut sistem multi partai. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan partai politik di Indonesia adalah melakukan penaksiran (assessment) terhadap tingkat pelembagaan yang telah berlangsung dalam suatu partai politik Yang dimaksud dengan pelembagaan partai politik ialah proses pemantapan partai politik baik dalam wujud perilaku yang memola maupun dalam sikap atau budaya (the process by which the party becomes established in terms of both of integrated patterns of behavior and of attitude or culture). Proses pelembagaan ini mengandung dua aspek, aspek internal-eksternal, dan aspek struktural-kultural. Bila kedua dimensi ini dipersilangkan, maka akan tampak sebuah tabel empat sel, yaitu (1) derajat kesisteman (systemness) suatu partai sebagai hasil persilangan aspek internal dengan struktural, (2) derajat identitas nilai (value infusion) suatu partai sebagai hasil persilangan aspek internal dengan kultural, (3) derajat otonomi suatu partai dalam pembuatan keputusan (decisional autonomy) sebagai hasil persilangan aspek eksternal dengan struktural, dan (4) derajat pengetahuan atau citra publik (reification) terhadap suatu partai politik sebagai persilangan aspek eksternal dengan kultural (Vicky Randall dan Lars Svasand, dalam Party Politics, Vol 8 Januari No 1 Tahun 2002
Kelemahan internal dan eksternal
Partai politik di Indonesia setidak-tidaknya mengandung tiga kelemahan utama, yaitu (1) ideologi partai yang tidak operasional sehingga tidak saja sukar mengidentifikasi pola dan arah kebijakan publik yang diperjuangkannya tetapi juga sukar membedakan partai yang satu dengan partai lain; (2) secara internal organisasi partai kurang dikelola secara demokratis sehingga partai politik lebih sebagai organisasi pengurus yang bertikai daripada suatu organisme yang hidup sebagai gerakan anggota; (3) secara eksternal kurang memiliki pola pertanggungjawaban yang jelas kepada publik. Uraian berikut ini merupakan penjabaran lebih lanjut ketiga kategori kelemahan partai politik tersebut.
Menurut catatan terakhir [pada bulan Agustus 2002] terdapat 204 partai politik yang telah terdaftar sebagai badan publik di Departemen Kehakiman dan HAM. Sebagian dari partai ini mungkin hanya tinggal nama saja sedangkan pengurus dan anggotanya pindah ke partai lain. Bila ditinjau dari sejarah ideologi kepartaian di Indonesia sesungguhnya jumlah partai politik yang memiliki basis pendukung paling banyak antara 5 sampai 10 partai politik, yaitu partai-partai politik yang mempunyai basis ideologi keislaman dari berbagai spektrum, ideologi nasionalisme dari berbagai spektrum, ideologi sosialisme dari berbagai spektrum, ideologi kekristenan dari berbagai spectrum, dan ideologi kedaerahan. Dari pengalaman Pemilu 1955 dan Pemilu 1999 juga dapat disimpulkan bahwa partai politik yang memiliki basis sosial yang kuat hanyalah lima partai politik. Bila demikian, mengapa jumlah partai politik begitu banyak dewasa ini?
Salah satu faktor yang menjadi penyebab mengapa begitu banyak partai politik didirikan ialah kemunculan persepsi dan penilaian dari sebagian politisi bahwa partai politik yang sudah ada, khususnya yang telah memiliki kursi dalam jumlah memadai di DPR, tidak memiliki ideologi (platform partai) yang jelas. PDIP misalnya dianggap tidak mewakili ideologi nasionalisme-marhaen karena itu dibentuklah partai politik lain (lebih dari enam partai) yang diklaim lebih mencerminkan ideologi nasionalisme-marhaen. PBB dianggap tidak terlalu mencerminkan Masyumi sehingga dibentuklah sejumlah partai lain yang mengklaim diri penerus ideologi Masyumi. PKB dipersepsi tidak mewakili ‘ideologi’ Islam tradisional NU, karena itu didirikanlah sejumlah partai lain yang diklaim lebih mewakili ‘ideologi’ NU. Partai Golkar dipandang tidak lagi mengedepankan wawasan kebangsaan sehingga dibentuklah sejumlah partai lain yang berwawasan kebangsaan, dan lain sebagainya.
Yang perlu dipertanyakan adalah apakah penilaian tentang ketidakjelasan ideologi partai politik ini benar? Karena ideologi partai (platform partai, visi dan misi partai) merupakan preskripsi suatu partai tentang negara dan masyarakat yang dianggap baik dan karena itu hendak diperjuangkan perwujudannya, maka apakah suatu partai politik, bahkan politisi, memiliki ideologi yang jelas atau tidak dapatlah dilihat bukan pada AD/ART dan pidato yang penuh retorika melainkan pada pola dan arah kebijakan publik yang diperjuangkannya, pada pernyataan politik yang dikeluarkan untuk merespon aspirasi berbagai kalangan masyarakat ataupun merespon permasalahan yang dihadapi bangsa, dan pada sikap dan posisi yang diambilnya dalam pembahasan peraturan perundang-undangan di lembaga legislatif. Partai politik di Indonesia tampaknya belum dapat dibedakan secara jelas dari sejumlah indikator tersebut melainkan lebih dapat dibedakan dari sentiment kelompok saja.
Partai politik di Indonesia lebih terkesan sebagai organisasi pengurus yang sering bertikai daripada organismne yang hidup karena dinamika partai sebagai gerakan anggota. Walaupun Pasal UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik mewajibkan setiap partai politik untuk "mendaftar dan memelihara daftar anggotanya", tidak banyak partai politik yang melaksanakan amanat UU tersebut. Hal ini terjadi tidak saja karena banyak anggota rnasyarakat yang enggan mendaftarkan diri sebagai anggota partai tetapi juga karena partai politik sendiri tidak melakukan berbagai upaya yang membangkitkan minat menjadi anggota partai politik. Insentif menjadi anggota partai polilik, seperti ikut menentukan siapa yang menjadi pengurus partai, ikut menentukan siapa yang menjadi calon partai untuk pemilihan anggota dewan ataupun kepala pemerintahan pada tingkat nasional dan daerah, ikut menentukan kebijakan partai dalam berbagai peraturan perundang-undangan, dan dapat menyalurkan aspirasi melalui partai politik, kurang dijamin secara memadai. Karena partai politik tidak memiliki jumlah anggota yang jelas, maka yang terjadi kebanyakan berupa klaim jumlah anggota atau jumlah pendukung.
Fenomena peningkatan jumlah partai politik juga terjadi karena perpecahan atau sempalan dari partai politik yang sudah ada. Perpecahan yang terjadi dalam partai politik belakangan ini, dapat dikatakan tidak ada yang menyangkut perbedaan ideologi ataupun karena perbedaan pola dan arah kebijakan yang hendak ditempuh. Perpecahan yang berakhir dengan pembentukan partai baru ini terutama disebabkan oleh persaingan mendapatkan kedudukan -- di dalam partai ataupun kedudukan di lembaga legislatif dan eksekutif yang mewakili partai politik -- yang tidak diatur melalui mekanisme yang terbuka, kompetitif dan fair. Demokrasi prosedural dalam tubuh partai politik tidak hanya belum melembaga/mempola tetapi juga belum dirumuskan secara rinci. Demokrasi prosedural yang saya maksudkan ialah semacam peraturan tata tertib di DPR/D ataupun AD/ART pada setiap organisasi politik. Setiap partai politik memang sudah memiliki AD/ART tetapi dirumuskan begitu umum sehingga tidak mampu menjadi aturan main untuk menyelesaikan konflik yang muncul dalam suatu partai. Manakala terjadi konflik dan AD/ART tidak mampu menjadi aturan main menyelesaikan konflik tersebut, maka kasusnya dibawa kepada massa pendukung masing-masing dan kepada ketua umum partai. Karena AD/ART tidak mampu menjadi aturan main, maka ketua umum partai harus membuat penafsiran dan kebijaksanaan. Salah satu factor yang mempengaruhi Ketua umum membuat penafsiran dan kebijaksanaan itu ialah dukungan massa. Pengambilan keputusan oleh kepeminpinan dominan ini selalu berakhir dengan ‘politik membelah bambu’, yaitu yang satu diangkat (dimenangkan) yang lain dipijak (dikalahkan). Pihak yang dikalahkan jelas tidak dapat menerima keputusan tersebut, dan karena tidak ada alternatif lain, mereka membentuk partai politik baru untuk memperjuangkan suatu visi yang diyakini.
Hal lain yang masih berkaitan dengan demokrasi prosedural ialah mekanisme pemilihan pengurus, hubungan pengurus pusat dengan pengurus cabang, dan mekanisme penentuan calon partai untuk pemilihan anggota lembaga legislatif dan pemilihan kepala daerah. Ketiga hal ini selalu menjadi isu hangat dalam setiap partai, dan selalu menjadi sumber konflik internal dalam suatu partai. Dalam UU tentang Partai Politik dikemukakan bahwa kedaulatan partai terletak pada tangan anggota. Karena anggota partai hanyalah para pengurus dan aktivis partai saja, sedangkan anggota pada tingkat ‘akar rumput’, cenderung dilibatkan hanya sebagai massa penggembira dan pendukung fanatik, maka pengambilan keputusan cenderung dibuat oleh para pengurus. Penentuan calon partai untuk ikut pemilihan anggota DPR/D ataupun pemilihan kepala daerah misalnya masih didominasi oleh sekelompok kecil pengurus. Tidaklah mengherankan bila lebih dari 50% anggota DPR sekarang berasal dari wilayah JABOTABEK, dan sebagian besar anggota DPRD provinsi juga berasal dari ibukota provinsi tersebut. Dewasa ini telah muncul tuntutan di berbagai daerah agar dalam UU Pemilu dibuat ketentuan yang tidak hanya
membuat persyaratan domisili bagi calon yang mewakili suatu daerah tetapi juga calon setiap partai harus dipilih oleh anggota partai di daerah yang bersangkutan.
UU tentang pemerintahan daerah telah memberikan kewenangan yang sangat luas kepada daerah untuk mengatur dan mengurus kepentingan daerah sendiri dalam bidang dan jenis kewenangan yang diberikan kepada daerah ybs. Akan tetapi hubungan pengurus pusat dan pengurus cabang justeru masih sangat sentralistik, bahkan bagi banyak partai yang dimaksud dengan pengurus pusat hanyalah ketua umum, sehingga tidaklah mengherankan bila cabang-cabang partai politik di daerah tidak saja kurang memiliki basis lokal tetapi juga mengalami kebingungan harus mengikuti suara partai ataukah suara pengurus. Kalau UU Parpol membuka kemungkinan mendirikan partai lokal, bukan tidak mungkin jumlah partai lokal juga akan sangat banyak sekali karena pengurus pusat partai dinilai lebih mengutamakan kepentingan orang-orang pusat daripada orang-orang daerah. Karena itu dalam partai politik juga harus dilakukan desentralisasi dalam sejumlah bidang kegiatan partai.
Sebagaimana pernah diungkapkan oleh sejumlah media ternyata hanya dua partai politik yang sudah menyampaikan laporan keuangannya kepada Mahkamah Agung tetapi itupun untuk tahun anggaran 2000. Dengan kasatmata masyarakat mengetahui pelaksanaan sejumlah kegiatan partai yang jelas menghabiskan anggaran yang besar tetapi sumber dana partai politik peserta pemilu tidak transparan. Akibatnya publik tidak dapat mengetahui apakah yang dilakukan oleh suatu partai politik di lembaga legislatif dan eksekutif berhubungan langsung ataukah tidak dengan kepentingan penyumbang dana terbesar bagi partai tersebut. Konsekuensinya, juga tidak akan diketahui apakah yang rnemegang kedaulatan partai itu para pengurus ataukah penyandang dana?
NEW MEDIA & ENTERTAINMENT (FACEBOOK)
BAB I
LATAR BELAKANG
Teknologi komunikasi baru selalu bermunculan, hal ini berdampak pada terciptanya nilai yang berbeda-beda. Kolaborasi massa hadir sebagai solusinya. Dengan kolaborasi massa, setiap orang di dunia memiliki kesempatan berpartisipasi dan berhubungan. Dalam berkolabrasi, dikenal istilah peer production dimana banyak orang berkolaborasi untuk menghasilkan suatu inovasi dan pengembangan melalui informasi secara sukarela agar dapat dishare bersama. Lahirnya web baru memungkinkan terciptanya kolaborasi massa. Berbeda dari web sebelumnya, web interaktif sekarang bukan hanya sekedar berupa penerimaan informasi namun melibatkan partisipasi setiap orang sehingga informasi yang lebih mendalam. Hal ini merupakan fenomena baru yang dapat membentuk kreativitas, inovasi, area pulik baru, dan kumpulan pemikiran yang selalu baru dan berbeda. Semua orang dapat berkomunikasi dan melakukan transaksi antara lain melalui , ruang chatting dan mesin pencari (search engine), iklan lelang atau penyiaran personal.
Collective Intelligent atau "The Wisdom of Crowds" merupakan kumpulan berbagai pengetahuan yang terbentuk dari berbagi macam pemikiran, pilihan dan penilaian partisipan-partisipan yang independen. Kolaborasi massa dapat dilihat dalam penyaringan berbagai informasi yang beredar di internet sehingga dapat terbentuk collective intelligence yang mengorganisasikan dan sistem klasifikasi segala informasi yang ada yang disebut tagging, untuk memudahkan pencarian konten. Tag secara kolaboratif akan membentuk Folksonomy yang mengorganisasikan dan mengkategorisasikan konten yang ada di internet. Bentuk dari keterbukaan informasi dinamakan public square baru yang memungkainkan kita saling bertukar informasi dan medapatkan banyak informasi baru di dalamnya. Terbentuklah sebuah relasi (hubungan) yagn tidak bisa di perjual belikan. Kehadiran platform global untuk kolaborasi, generasi yang mengembangkan kolaborasi, dan ekonomi global, ketiganya membentuk kondisi perfect storm yang mengarah pada banyak perubahan menyangkut strategi dan arsitektur perusahaan. Sistem sekarang sangat global, beroperasi dengan informasi real-time dan memanfaatkan sumber daya dunia. Kita dapat bekerja sama dengan berbagai penghasil informasi dalam suatu proyek walau terpisah ruang dan waktu.
Sekarang, kita berhadapan dengan kesempatan di lingkungan yang memerlukan pemikiran, dunia virtual dari pengetahuan yang semakin besar, media dan hiburan; dunia yang berisi informasi dari milyaran individu yang terkoneksi satu sama lain; dunia dimana semua orang bisa melakukan plug-and-play dan dimana kolaborasi antara lokasi yang berbeda menjadi tindakan yang paling sering dilakukan. Dunia ini disebut wikininomics, dimana perfect storm dari teknologi, demografis, dan ekonomi global menjadi kekuatan tetap untuk perubahan dan inovasi. Peer produciton, ideagoras, komunitas prosumer, Alexandrians yang baru, platform terbuka, global plant floors, dan wiki workplace. Semuanya merupakan bentuk-bentuk peer production yang merepresentasikan cara baru untuk memanfaatkan kolaborasi massa demi inobasi baru dan pertumbuhan. Penempatan ide dan pendapat dari konsumen atau pihak luar perusahaan lainnya mengenai pengembangan produk dan layanan disebut ideagoras. Ideagoras merupakan akses untuk melahirkan inovasi, ide-ide baru, dan pemikiran unik bagi perusahaan berdasarkan pengembangan global. Prosumer sudah merambah di dalam situs, kita bisa membuat dan menggunakan di dalam situs tersebut. Tanpa kita sadari kita bisa mengetahui siapa saja dan bahkan kita bisa menjadi Second life ( kehidupan yang kedua) didalamnya kita membuat avatar sesuka hati dan kemauan diri kita dan dapat dimainkan serta berinteraksi dengan sesama pengguna avatar, seperti Mafia Wars, Farm Ville, Guitar Legend&Hero, Battle of The Band, Vampire, Warewolf, Pet Society yang kesemuanya terdapat dalam facebook.
BAB II
FACEBOOK
Analisis Awal
Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie, dll yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya, penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11 September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke seluruh netter yang mempunyai alamat email valid, namun, dengan pembatasan usia.
Aktual yang terjadi
- Semakin maraknya situs jejaring sosial
- Semakin tingginya minat jurnalisme di kalangan masyarakat, khususnya dalam hal berkomunikasi nirkabel dimana saja, kapan saja.
- Dimulai dari fenomena banyaknya pengguna friendster, hingga kini facebook menggantikan kedudukan friendster sebagai situs yang paling banyak penggunanya,
- Dari penggunakan situs jejaring sosial, si pengguna dengan cepat dapat saling bertukar informasi yang ada. Informasi dapat berupa message, foto, video, lagu dalam format digital.
- Saat ini FACEBOOK merupakan salah satu situs jejaring sosial yang diakses oleh banyak orang.
Apa yang menarik?
- FACEBOOK memiliki aplikasi yang lengkap dan menarik.
- Kelebihan:
a. mengupdate status
b. menerima pesan dari sesama pengguna
c. wall-to-wall.
d. dalam meng-add teman
e. memasukan foto
f. memainkan kuis
g. memasukkan lagu
Kenapa menarik?
- Kelebihan:
a. Mengupdate status : mudah dan cepat;
b. wall-to-wall → berkirim pesan singkat dengan teman.
c. dalam meng-add teman → facebook memberikan kemudahan saat mencari teman-teman lama yang memiliki personal profile yang sama dengan kita (dari sekolah yang sama)
d. memasukan foto: lebih cepat walaupun kapasitas foto besar.
e. mengisi kuis : bisa membuat kuis sendiri dan mengirimkannya kpd teman.
f. memasukkan lagu
Unsur apa yang membuat menarik dan signifikan
- prosumer (produsen sekaligus konsumer dalam hal ini facebook memberikan keleluasaan pada penggunanya untuk mengunduh gambar, suara bahkan video ke dalam akun nya dan mendistribusikannya hampir ke semua pengguna facebook)
- podcast, serial dokumen file komputer, dalam bentuk audio digital atau video dan secara periode dapat di unduh (upload) pada website.
BAB III
PROSUMER
Prosumers adalah para konsumen yang juga memerankan peran produsen. Misalnya dalam sebuah kehidupan virtual bernama Second Life. Tidak hanya berperan sebagai pengguna yang membeli produk, kita juga merancang, membuat, dan memproduksi kehidupan di dalamnya. Dengan menjadi seorang prosumers, kita dapat mengembankan produk yang bervariasi, mengembangkan kehidupan sosial, membangun generasi pasar baru, juga berbagi pengalaman.
Pengembangan produk dalam bisnis secara efisien dan efektif juga dihasilkan oleh ide atau gagasan yang terkumpul dalam ideagorasm. Digitalisasi memungkinkan adanya kolaborasi massa. Hal ini dillihat dengan lahirnya perpustakaan vistual seperti The World Digital Library dan e-book yang memungkinkan sharing pengetahuan untuk siapapun, bukan untuk kalangan tertentu. Perusahaan yang tidak membagikan informasi kepada masyarakat cenderung akan dikucilkan. Web memungkinkan feedback dan tidak ada batasan sehingga suatu informasi, apapun bentuknya, akan terus disempurnakan. Kolaborasi massa juga terlihat dengan adanya blogs, wiki dan web-databanks yang dimanfaatkan peneliti untuk menyebarkan ilu pengetahuan. Alexandrians yang baru hadir dengan konsep sharing pengetahuan tidak terbatas agar membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi seluruh orang di dunia.
Platform terbuka membentuk sebuah panggung global dimana komunitas dan peers dapat menciptakan sebuah nilai atau bisnis baru. Global plant floor mengencangkan kekuatan tanpa batasan ruang dan untuk mendesain dan merancang sesuatu. Wiki workplaces meningkatkan inovasi dan mengembangkan moral dengan membuang hierarki organisasi yang kuno. Dunia bisnis dan ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan sosial, budaya, semuanya dapat berkembang melalui peer production. Kolaborasi seni dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan manusia penting untuk menghasilkan inovasi dan menciptakan nilai. Siapapun yang menanamkan prinsip kolaborasi massa, yaitu keterbukaan, peering, berbagi, dan bertindak global, akan terus berkembang, sedangkan yang mengabaikannya akan hancur perlahan-lahan.
LATAR BELAKANG
Teknologi komunikasi baru selalu bermunculan, hal ini berdampak pada terciptanya nilai yang berbeda-beda. Kolaborasi massa hadir sebagai solusinya. Dengan kolaborasi massa, setiap orang di dunia memiliki kesempatan berpartisipasi dan berhubungan. Dalam berkolabrasi, dikenal istilah peer production dimana banyak orang berkolaborasi untuk menghasilkan suatu inovasi dan pengembangan melalui informasi secara sukarela agar dapat dishare bersama. Lahirnya web baru memungkinkan terciptanya kolaborasi massa. Berbeda dari web sebelumnya, web interaktif sekarang bukan hanya sekedar berupa penerimaan informasi namun melibatkan partisipasi setiap orang sehingga informasi yang lebih mendalam. Hal ini merupakan fenomena baru yang dapat membentuk kreativitas, inovasi, area pulik baru, dan kumpulan pemikiran yang selalu baru dan berbeda. Semua orang dapat berkomunikasi dan melakukan transaksi antara lain melalui , ruang chatting dan mesin pencari (search engine), iklan lelang atau penyiaran personal.
Collective Intelligent atau "The Wisdom of Crowds" merupakan kumpulan berbagai pengetahuan yang terbentuk dari berbagi macam pemikiran, pilihan dan penilaian partisipan-partisipan yang independen. Kolaborasi massa dapat dilihat dalam penyaringan berbagai informasi yang beredar di internet sehingga dapat terbentuk collective intelligence yang mengorganisasikan dan sistem klasifikasi segala informasi yang ada yang disebut tagging, untuk memudahkan pencarian konten. Tag secara kolaboratif akan membentuk Folksonomy yang mengorganisasikan dan mengkategorisasikan konten yang ada di internet. Bentuk dari keterbukaan informasi dinamakan public square baru yang memungkainkan kita saling bertukar informasi dan medapatkan banyak informasi baru di dalamnya. Terbentuklah sebuah relasi (hubungan) yagn tidak bisa di perjual belikan. Kehadiran platform global untuk kolaborasi, generasi yang mengembangkan kolaborasi, dan ekonomi global, ketiganya membentuk kondisi perfect storm yang mengarah pada banyak perubahan menyangkut strategi dan arsitektur perusahaan. Sistem sekarang sangat global, beroperasi dengan informasi real-time dan memanfaatkan sumber daya dunia. Kita dapat bekerja sama dengan berbagai penghasil informasi dalam suatu proyek walau terpisah ruang dan waktu.
Sekarang, kita berhadapan dengan kesempatan di lingkungan yang memerlukan pemikiran, dunia virtual dari pengetahuan yang semakin besar, media dan hiburan; dunia yang berisi informasi dari milyaran individu yang terkoneksi satu sama lain; dunia dimana semua orang bisa melakukan plug-and-play dan dimana kolaborasi antara lokasi yang berbeda menjadi tindakan yang paling sering dilakukan. Dunia ini disebut wikininomics, dimana perfect storm dari teknologi, demografis, dan ekonomi global menjadi kekuatan tetap untuk perubahan dan inovasi. Peer produciton, ideagoras, komunitas prosumer, Alexandrians yang baru, platform terbuka, global plant floors, dan wiki workplace. Semuanya merupakan bentuk-bentuk peer production yang merepresentasikan cara baru untuk memanfaatkan kolaborasi massa demi inobasi baru dan pertumbuhan. Penempatan ide dan pendapat dari konsumen atau pihak luar perusahaan lainnya mengenai pengembangan produk dan layanan disebut ideagoras. Ideagoras merupakan akses untuk melahirkan inovasi, ide-ide baru, dan pemikiran unik bagi perusahaan berdasarkan pengembangan global. Prosumer sudah merambah di dalam situs, kita bisa membuat dan menggunakan di dalam situs tersebut. Tanpa kita sadari kita bisa mengetahui siapa saja dan bahkan kita bisa menjadi Second life ( kehidupan yang kedua) didalamnya kita membuat avatar sesuka hati dan kemauan diri kita dan dapat dimainkan serta berinteraksi dengan sesama pengguna avatar, seperti Mafia Wars, Farm Ville, Guitar Legend&Hero, Battle of The Band, Vampire, Warewolf, Pet Society yang kesemuanya terdapat dalam facebook.
BAB II
Analisis Awal
Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie, dll yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya, penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11 September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke seluruh netter yang mempunyai alamat email valid, namun, dengan pembatasan usia.
Aktual yang terjadi
- Semakin maraknya situs jejaring sosial
- Semakin tingginya minat jurnalisme di kalangan masyarakat, khususnya dalam hal berkomunikasi nirkabel dimana saja, kapan saja.
- Dimulai dari fenomena banyaknya pengguna friendster, hingga kini facebook menggantikan kedudukan friendster sebagai situs yang paling banyak penggunanya,
- Dari penggunakan situs jejaring sosial, si pengguna dengan cepat dapat saling bertukar informasi yang ada. Informasi dapat berupa message, foto, video, lagu dalam format digital.
- Saat ini FACEBOOK merupakan salah satu situs jejaring sosial yang diakses oleh banyak orang.
Apa yang menarik?
- FACEBOOK memiliki aplikasi yang lengkap dan menarik.
- Kelebihan:
a. mengupdate status
b. menerima pesan dari sesama pengguna
c. wall-to-wall.
d. dalam meng-add teman
e. memasukan foto
f. memainkan kuis
g. memasukkan lagu
Kenapa menarik?
- Kelebihan:
a. Mengupdate status : mudah dan cepat;
b. wall-to-wall → berkirim pesan singkat dengan teman.
c. dalam meng-add teman → facebook memberikan kemudahan saat mencari teman-teman lama yang memiliki personal profile yang sama dengan kita (dari sekolah yang sama)
d. memasukan foto: lebih cepat walaupun kapasitas foto besar.
e. mengisi kuis : bisa membuat kuis sendiri dan mengirimkannya kpd teman.
f. memasukkan lagu
Unsur apa yang membuat menarik dan signifikan
- prosumer (produsen sekaligus konsumer dalam hal ini facebook memberikan keleluasaan pada penggunanya untuk mengunduh gambar, suara bahkan video ke dalam akun nya dan mendistribusikannya hampir ke semua pengguna facebook)
- podcast, serial dokumen file komputer, dalam bentuk audio digital atau video dan secara periode dapat di unduh (upload) pada website.
BAB III
PROSUMER
Prosumers adalah para konsumen yang juga memerankan peran produsen. Misalnya dalam sebuah kehidupan virtual bernama Second Life. Tidak hanya berperan sebagai pengguna yang membeli produk, kita juga merancang, membuat, dan memproduksi kehidupan di dalamnya. Dengan menjadi seorang prosumers, kita dapat mengembankan produk yang bervariasi, mengembangkan kehidupan sosial, membangun generasi pasar baru, juga berbagi pengalaman.
Pengembangan produk dalam bisnis secara efisien dan efektif juga dihasilkan oleh ide atau gagasan yang terkumpul dalam ideagorasm. Digitalisasi memungkinkan adanya kolaborasi massa. Hal ini dillihat dengan lahirnya perpustakaan vistual seperti The World Digital Library dan e-book yang memungkinkan sharing pengetahuan untuk siapapun, bukan untuk kalangan tertentu. Perusahaan yang tidak membagikan informasi kepada masyarakat cenderung akan dikucilkan. Web memungkinkan feedback dan tidak ada batasan sehingga suatu informasi, apapun bentuknya, akan terus disempurnakan. Kolaborasi massa juga terlihat dengan adanya blogs, wiki dan web-databanks yang dimanfaatkan peneliti untuk menyebarkan ilu pengetahuan. Alexandrians yang baru hadir dengan konsep sharing pengetahuan tidak terbatas agar membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi seluruh orang di dunia.
Platform terbuka membentuk sebuah panggung global dimana komunitas dan peers dapat menciptakan sebuah nilai atau bisnis baru. Global plant floor mengencangkan kekuatan tanpa batasan ruang dan untuk mendesain dan merancang sesuatu. Wiki workplaces meningkatkan inovasi dan mengembangkan moral dengan membuang hierarki organisasi yang kuno. Dunia bisnis dan ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan sosial, budaya, semuanya dapat berkembang melalui peer production. Kolaborasi seni dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan manusia penting untuk menghasilkan inovasi dan menciptakan nilai. Siapapun yang menanamkan prinsip kolaborasi massa, yaitu keterbukaan, peering, berbagi, dan bertindak global, akan terus berkembang, sedangkan yang mengabaikannya akan hancur perlahan-lahan.
NEW MEDIA & ENTERTAINMENT (FACEBOOK)
BAB I
LATAR BELAKANG
Teknologi komunikasi baru selalu bermunculan, hal ini berdampak pada terciptanya nilai yang berbeda-beda. Kolaborasi massa hadir sebagai solusinya. Dengan kolaborasi massa, setiap orang di dunia memiliki kesempatan berpartisipasi dan berhubungan. Dalam berkolabrasi, dikenal istilah peer production dimana banyak orang berkolaborasi untuk menghasilkan suatu inovasi dan pengembangan melalui informasi secara sukarela agar dapat dishare bersama. Lahirnya web baru memungkinkan terciptanya kolaborasi massa. Berbeda dari web sebelumnya, web interaktif sekarang bukan hanya sekedar berupa penerimaan informasi namun melibatkan partisipasi setiap orang sehingga informasi yang lebih mendalam. Hal ini merupakan fenomena baru yang dapat membentuk kreativitas, inovasi, area pulik baru, dan kumpulan pemikiran yang selalu baru dan berbeda. Semua orang dapat berkomunikasi dan melakukan transaksi antara lain melalui , ruang chatting dan mesin pencari (search engine), iklan lelang atau penyiaran personal.
Collective Intelligent atau "The Wisdom of Crowds" merupakan kumpulan berbagai pengetahuan yang terbentuk dari berbagi macam pemikiran, pilihan dan penilaian partisipan-partisipan yang independen. Kolaborasi massa dapat dilihat dalam penyaringan berbagai informasi yang beredar di internet sehingga dapat terbentuk collective intelligence yang mengorganisasikan dan sistem klasifikasi segala informasi yang ada yang disebut tagging, untuk memudahkan pencarian konten. Tag secara kolaboratif akan membentuk Folksonomy yang mengorganisasikan dan mengkategorisasikan konten yang ada di internet. Bentuk dari keterbukaan informasi dinamakan public square baru yang memungkainkan kita saling bertukar informasi dan medapatkan banyak informasi baru di dalamnya. Terbentuklah sebuah relasi (hubungan) yagn tidak bisa di perjual belikan. Kehadiran platform global untuk kolaborasi, generasi yang mengembangkan kolaborasi, dan ekonomi global, ketiganya membentuk kondisi perfect storm yang mengarah pada banyak perubahan menyangkut strategi dan arsitektur perusahaan. Sistem sekarang sangat global, beroperasi dengan informasi real-time dan memanfaatkan sumber daya dunia. Kita dapat bekerja sama dengan berbagai penghasil informasi dalam suatu proyek walau terpisah ruang dan waktu.
Sekarang, kita berhadapan dengan kesempatan di lingkungan yang memerlukan pemikiran, dunia virtual dari pengetahuan yang semakin besar, media dan hiburan; dunia yang berisi informasi dari milyaran individu yang terkoneksi satu sama lain; dunia dimana semua orang bisa melakukan plug-and-play dan dimana kolaborasi antara lokasi yang berbeda menjadi tindakan yang paling sering dilakukan. Dunia ini disebut wikininomics, dimana perfect storm dari teknologi, demografis, dan ekonomi global menjadi kekuatan tetap untuk perubahan dan inovasi. Peer produciton, ideagoras, komunitas prosumer, Alexandrians yang baru, platform terbuka, global plant floors, dan wiki workplace. Semuanya merupakan bentuk-bentuk peer production yang merepresentasikan cara baru untuk memanfaatkan kolaborasi massa demi inobasi baru dan pertumbuhan. Penempatan ide dan pendapat dari konsumen atau pihak luar perusahaan lainnya mengenai pengembangan produk dan layanan disebut ideagoras. Ideagoras merupakan akses untuk melahirkan inovasi, ide-ide baru, dan pemikiran unik bagi perusahaan berdasarkan pengembangan global. Prosumer sudah merambah di dalam situs, kita bisa membuat dan menggunakan di dalam situs tersebut. Tanpa kita sadari kita bisa mengetahui siapa saja dan bahkan kita bisa menjadi Second life ( kehidupan yang kedua) didalamnya kita membuat avatar sesuka hati dan kemauan diri kita dan dapat dimainkan serta berinteraksi dengan sesama pengguna avatar, seperti Mafia Wars, Farm Ville, Guitar Legend&Hero, Battle of The Band, Vampire, Warewolf, Pet Society yang kesemuanya terdapat dalam facebook.
BAB II
FACEBOOK
Analisis Awal
Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie, dll yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya, penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11 September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke seluruh netter yang mempunyai alamat email valid, namun, dengan pembatasan usia.
Aktual yang terjadi
- Semakin maraknya situs jejaring sosial
- Semakin tingginya minat jurnalisme di kalangan masyarakat, khususnya dalam hal berkomunikasi nirkabel dimana saja, kapan saja.
- Dimulai dari fenomena banyaknya pengguna friendster, hingga kini facebook menggantikan kedudukan friendster sebagai situs yang paling banyak penggunanya,
- Dari penggunakan situs jejaring sosial, si pengguna dengan cepat dapat saling bertukar informasi yang ada. Informasi dapat berupa message, foto, video, lagu dalam format digital.
- Saat ini FACEBOOK merupakan salah satu situs jejaring sosial yang diakses oleh banyak orang.
Apa yang menarik?
- FACEBOOK memiliki aplikasi yang lengkap dan menarik.
- Kelebihan:
a. mengupdate status
b. menerima pesan dari sesama pengguna
c. wall-to-wall.
d. dalam meng-add teman
e. memasukan foto
f. memainkan kuis
g. memasukkan lagu
Kenapa menarik?
- Kelebihan:
a. Mengupdate status : mudah dan cepat;
b. wall-to-wall → berkirim pesan singkat dengan teman.
c. dalam meng-add teman → facebook memberikan kemudahan saat mencari teman-teman lama yang memiliki personal profile yang sama dengan kita (dari sekolah yang sama)
d. memasukan foto: lebih cepat walaupun kapasitas foto besar.
e. mengisi kuis : bisa membuat kuis sendiri dan mengirimkannya kpd teman.
f. memasukkan lagu
Unsur apa yang membuat menarik dan signifikan
- prosumer (produsen sekaligus konsumer dalam hal ini facebook memberikan keleluasaan pada penggunanya untuk mengunduh gambar, suara bahkan video ke dalam akun nya dan mendistribusikannya hampir ke semua pengguna facebook)
- podcast, serial dokumen file komputer, dalam bentuk audio digital atau video dan secara periode dapat di unduh (upload) pada website.
BAB III
PROSUMER
Prosumers adalah para konsumen yang juga memerankan peran produsen. Misalnya dalam sebuah kehidupan virtual bernama Second Life. Tidak hanya berperan sebagai pengguna yang membeli produk, kita juga merancang, membuat, dan memproduksi kehidupan di dalamnya. Dengan menjadi seorang prosumers, kita dapat mengembankan produk yang bervariasi, mengembangkan kehidupan sosial, membangun generasi pasar baru, juga berbagi pengalaman.
Pengembangan produk dalam bisnis secara efisien dan efektif juga dihasilkan oleh ide atau gagasan yang terkumpul dalam ideagorasm. Digitalisasi memungkinkan adanya kolaborasi massa. Hal ini dillihat dengan lahirnya perpustakaan vistual seperti The World Digital Library dan e-book yang memungkinkan sharing pengetahuan untuk siapapun, bukan untuk kalangan tertentu. Perusahaan yang tidak membagikan informasi kepada masyarakat cenderung akan dikucilkan. Web memungkinkan feedback dan tidak ada batasan sehingga suatu informasi, apapun bentuknya, akan terus disempurnakan. Kolaborasi massa juga terlihat dengan adanya blogs, wiki dan web-databanks yang dimanfaatkan peneliti untuk menyebarkan ilu pengetahuan. Alexandrians yang baru hadir dengan konsep sharing pengetahuan tidak terbatas agar membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi seluruh orang di dunia.
Platform terbuka membentuk sebuah panggung global dimana komunitas dan peers dapat menciptakan sebuah nilai atau bisnis baru. Global plant floor mengencangkan kekuatan tanpa batasan ruang dan untuk mendesain dan merancang sesuatu. Wiki workplaces meningkatkan inovasi dan mengembangkan moral dengan membuang hierarki organisasi yang kuno. Dunia bisnis dan ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan sosial, budaya, semuanya dapat berkembang melalui peer production. Kolaborasi seni dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan manusia penting untuk menghasilkan inovasi dan menciptakan nilai. Siapapun yang menanamkan prinsip kolaborasi massa, yaitu keterbukaan, peering, berbagi, dan bertindak global, akan terus berkembang, sedangkan yang mengabaikannya akan hancur perlahan-lahan.
LATAR BELAKANG
Teknologi komunikasi baru selalu bermunculan, hal ini berdampak pada terciptanya nilai yang berbeda-beda. Kolaborasi massa hadir sebagai solusinya. Dengan kolaborasi massa, setiap orang di dunia memiliki kesempatan berpartisipasi dan berhubungan. Dalam berkolabrasi, dikenal istilah peer production dimana banyak orang berkolaborasi untuk menghasilkan suatu inovasi dan pengembangan melalui informasi secara sukarela agar dapat dishare bersama. Lahirnya web baru memungkinkan terciptanya kolaborasi massa. Berbeda dari web sebelumnya, web interaktif sekarang bukan hanya sekedar berupa penerimaan informasi namun melibatkan partisipasi setiap orang sehingga informasi yang lebih mendalam. Hal ini merupakan fenomena baru yang dapat membentuk kreativitas, inovasi, area pulik baru, dan kumpulan pemikiran yang selalu baru dan berbeda. Semua orang dapat berkomunikasi dan melakukan transaksi antara lain melalui , ruang chatting dan mesin pencari (search engine), iklan lelang atau penyiaran personal.
Collective Intelligent atau "The Wisdom of Crowds" merupakan kumpulan berbagai pengetahuan yang terbentuk dari berbagi macam pemikiran, pilihan dan penilaian partisipan-partisipan yang independen. Kolaborasi massa dapat dilihat dalam penyaringan berbagai informasi yang beredar di internet sehingga dapat terbentuk collective intelligence yang mengorganisasikan dan sistem klasifikasi segala informasi yang ada yang disebut tagging, untuk memudahkan pencarian konten. Tag secara kolaboratif akan membentuk Folksonomy yang mengorganisasikan dan mengkategorisasikan konten yang ada di internet. Bentuk dari keterbukaan informasi dinamakan public square baru yang memungkainkan kita saling bertukar informasi dan medapatkan banyak informasi baru di dalamnya. Terbentuklah sebuah relasi (hubungan) yagn tidak bisa di perjual belikan. Kehadiran platform global untuk kolaborasi, generasi yang mengembangkan kolaborasi, dan ekonomi global, ketiganya membentuk kondisi perfect storm yang mengarah pada banyak perubahan menyangkut strategi dan arsitektur perusahaan. Sistem sekarang sangat global, beroperasi dengan informasi real-time dan memanfaatkan sumber daya dunia. Kita dapat bekerja sama dengan berbagai penghasil informasi dalam suatu proyek walau terpisah ruang dan waktu.
Sekarang, kita berhadapan dengan kesempatan di lingkungan yang memerlukan pemikiran, dunia virtual dari pengetahuan yang semakin besar, media dan hiburan; dunia yang berisi informasi dari milyaran individu yang terkoneksi satu sama lain; dunia dimana semua orang bisa melakukan plug-and-play dan dimana kolaborasi antara lokasi yang berbeda menjadi tindakan yang paling sering dilakukan. Dunia ini disebut wikininomics, dimana perfect storm dari teknologi, demografis, dan ekonomi global menjadi kekuatan tetap untuk perubahan dan inovasi. Peer produciton, ideagoras, komunitas prosumer, Alexandrians yang baru, platform terbuka, global plant floors, dan wiki workplace. Semuanya merupakan bentuk-bentuk peer production yang merepresentasikan cara baru untuk memanfaatkan kolaborasi massa demi inobasi baru dan pertumbuhan. Penempatan ide dan pendapat dari konsumen atau pihak luar perusahaan lainnya mengenai pengembangan produk dan layanan disebut ideagoras. Ideagoras merupakan akses untuk melahirkan inovasi, ide-ide baru, dan pemikiran unik bagi perusahaan berdasarkan pengembangan global. Prosumer sudah merambah di dalam situs, kita bisa membuat dan menggunakan di dalam situs tersebut. Tanpa kita sadari kita bisa mengetahui siapa saja dan bahkan kita bisa menjadi Second life ( kehidupan yang kedua) didalamnya kita membuat avatar sesuka hati dan kemauan diri kita dan dapat dimainkan serta berinteraksi dengan sesama pengguna avatar, seperti Mafia Wars, Farm Ville, Guitar Legend&Hero, Battle of The Band, Vampire, Warewolf, Pet Society yang kesemuanya terdapat dalam facebook.
BAB II
Analisis Awal
Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie, dll yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya, penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11 September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke seluruh netter yang mempunyai alamat email valid, namun, dengan pembatasan usia.
Aktual yang terjadi
- Semakin maraknya situs jejaring sosial
- Semakin tingginya minat jurnalisme di kalangan masyarakat, khususnya dalam hal berkomunikasi nirkabel dimana saja, kapan saja.
- Dimulai dari fenomena banyaknya pengguna friendster, hingga kini facebook menggantikan kedudukan friendster sebagai situs yang paling banyak penggunanya,
- Dari penggunakan situs jejaring sosial, si pengguna dengan cepat dapat saling bertukar informasi yang ada. Informasi dapat berupa message, foto, video, lagu dalam format digital.
- Saat ini FACEBOOK merupakan salah satu situs jejaring sosial yang diakses oleh banyak orang.
Apa yang menarik?
- FACEBOOK memiliki aplikasi yang lengkap dan menarik.
- Kelebihan:
a. mengupdate status
b. menerima pesan dari sesama pengguna
c. wall-to-wall.
d. dalam meng-add teman
e. memasukan foto
f. memainkan kuis
g. memasukkan lagu
Kenapa menarik?
- Kelebihan:
a. Mengupdate status : mudah dan cepat;
b. wall-to-wall → berkirim pesan singkat dengan teman.
c. dalam meng-add teman → facebook memberikan kemudahan saat mencari teman-teman lama yang memiliki personal profile yang sama dengan kita (dari sekolah yang sama)
d. memasukan foto: lebih cepat walaupun kapasitas foto besar.
e. mengisi kuis : bisa membuat kuis sendiri dan mengirimkannya kpd teman.
f. memasukkan lagu
Unsur apa yang membuat menarik dan signifikan
- prosumer (produsen sekaligus konsumer dalam hal ini facebook memberikan keleluasaan pada penggunanya untuk mengunduh gambar, suara bahkan video ke dalam akun nya dan mendistribusikannya hampir ke semua pengguna facebook)
- podcast, serial dokumen file komputer, dalam bentuk audio digital atau video dan secara periode dapat di unduh (upload) pada website.
BAB III
PROSUMER
Prosumers adalah para konsumen yang juga memerankan peran produsen. Misalnya dalam sebuah kehidupan virtual bernama Second Life. Tidak hanya berperan sebagai pengguna yang membeli produk, kita juga merancang, membuat, dan memproduksi kehidupan di dalamnya. Dengan menjadi seorang prosumers, kita dapat mengembankan produk yang bervariasi, mengembangkan kehidupan sosial, membangun generasi pasar baru, juga berbagi pengalaman.
Pengembangan produk dalam bisnis secara efisien dan efektif juga dihasilkan oleh ide atau gagasan yang terkumpul dalam ideagorasm. Digitalisasi memungkinkan adanya kolaborasi massa. Hal ini dillihat dengan lahirnya perpustakaan vistual seperti The World Digital Library dan e-book yang memungkinkan sharing pengetahuan untuk siapapun, bukan untuk kalangan tertentu. Perusahaan yang tidak membagikan informasi kepada masyarakat cenderung akan dikucilkan. Web memungkinkan feedback dan tidak ada batasan sehingga suatu informasi, apapun bentuknya, akan terus disempurnakan. Kolaborasi massa juga terlihat dengan adanya blogs, wiki dan web-databanks yang dimanfaatkan peneliti untuk menyebarkan ilu pengetahuan. Alexandrians yang baru hadir dengan konsep sharing pengetahuan tidak terbatas agar membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi seluruh orang di dunia.
Platform terbuka membentuk sebuah panggung global dimana komunitas dan peers dapat menciptakan sebuah nilai atau bisnis baru. Global plant floor mengencangkan kekuatan tanpa batasan ruang dan untuk mendesain dan merancang sesuatu. Wiki workplaces meningkatkan inovasi dan mengembangkan moral dengan membuang hierarki organisasi yang kuno. Dunia bisnis dan ekonomi, politik, ilmu pengetahuan dan sosial, budaya, semuanya dapat berkembang melalui peer production. Kolaborasi seni dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan manusia penting untuk menghasilkan inovasi dan menciptakan nilai. Siapapun yang menanamkan prinsip kolaborasi massa, yaitu keterbukaan, peering, berbagi, dan bertindak global, akan terus berkembang, sedangkan yang mengabaikannya akan hancur perlahan-lahan.
Public Relations and Publicity
NO
MEDIA
DAY
JUDUL
SUMMARY
1
Media Indonesia
Sabtu, 27 Maret 2010
Empat Sekolah Akan Lakukan UN Susulan
Kemdiknas memutuskan akan melakukan UN pengganti dan susulan terhadap sekolah yang di indikasi terjadi kecurangan dan salah kirim materi ujian. Sosiolog dari Universitas IndonesiaDr.Imam B Prasodjo meminta pemerintah menghentikan pelaksanaan UN karena berdampak buruk bagi masa depan Bangsa Indonesia
Senin, 29 Maret 2010
179 Siswa SMA Ikuti UN Susulan
Berdasarkan data Disdik DKI Jakarta, siswa SMA yang terdaftar sebagai peserta UN utama sebanyak 59.822 ora g. Namun hingga akhir pelaksanaan ujian pada jum’at (26/3) HANYA 59.643 siswa yang hadir atau sekitar 99,70%. Dengan demikian terdapat 0,30% atau sekitar 179 siswa yang absen.
2
Seputar Indonesia
Senin, 29 Maret 2010
Penyebar Kunci Jawaban UN Ditangkap
Maulana Akbar,23, otak kunci
jawaban soal UN untuk tingkat SMA di tangkap anggota Reserse dan Kriminal Polres Serang .Dari pebuatannya itu Modus penjualan kunci jawaban UN kepada ratusan siswa ini dilakukan oleh pelaku dengan mengirim melalui pesan singkat (SMS) setelah para siswa membayar uang sebesar Rp.50.000.
Selasa, 30 Maret 2010
Kunci Jawaban Palsu Beredar
Pelaksanaan UN SMP Sederajat di DKI_Jakarta kemarin diwarnai dengan beredarnya pesan singkat atau Short message. Kunci jawaban tersebut di terima siswa UN di SMP 19 Jakarta Selatan, yang juga merupakan gudang penyimpanan soal untuk subrayon 09 DKI Jakarta.
Rabu, 31 Maret 2010
Kunci Jawaban Masih Beredar
Ujian Nasional (UN) tingkat SMP telah berlangsung dua hari. Isu kebocoran soal, kunci jawaban yang beredar dan kesalahan pembagian naskah masih
mewarnai pelaksanaan UN. Di kota Depok sejumlah siswa mengaku mendapatkan bocoran kunci jawaban UN, sesaat sebelum ujian berlangsung. Kepala Bagian Operasional Kabag Ops) Polres Depok Kompol Dramayadi juga menanggapi dingin isu tersebut. Menurut dia, sejak beberapa tahun terkahir pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya kebocoran UN namun tidak terbukti.
3
KOMPAS
Sabtu, 27 Maret 2010
557 Siswa di Sumut Ujian Ulang
Sebanyak 557 siswa di Sumatra Utara harus ikut Ujian Nasional pengganti pada 5 April nanti menyusul temuan adanya kebocoran soal di kedua sekolah itu. Sementara 2 sekolah di Bali, walau tidak ada indikasi kecurangan namun juga harus mengulang ujian. Anggota komisi X DPR, I Wayan Koster, menyatakan, model ujian seperti saat ini harus diganti untuk memperbaiki mutu
Pendidikan Indonesia. Teramat kentalnya nuansa hukum saat pelaksanaan, seperti hadirnya polisi di sekolah dan saat mengusut kecurangan, adalah indikasi bahwa adanya sesuatu yang salah dengan UN.
Sabtu, 27 Maret 2010
Ikrar Jujur Ujian Nasional
Murid-murid SMP Muhammadyah 1 Simpon jawa Tengah, Jum’at kemarin, menandatangani spanduk sebagai bentuk ikrar kejujuran menjelang pelaksanaan ujian nasional pekan depan, mulai Senin (29/3) denagn ikrar ini mereka bertekad melaksanakan ujian nasional secara jujur tanpa terpengaruh godaan berbuat curang dengan berbagai cara demi lulus ujian.
Senin, 29 Maret 2010
Percetakan “Nakal: Masuk Daftar Hitam
Sejumlah percetakan yang mencetak materi soal ujian nasional akan mendapat catatan khusus dan masuk “daftar hitam”. Langkah ini di tempuh karena
percetakan-percetakan tersebut dinilai ceroboh dalam mengamankan dokumen rahasia Negara sehingga terjadi kebocoran soal UN.
Selasa, 30 Maret 2010
Rabu, 31 Maret 2010
UN Masih Diwarnai Kesalahan
Siswa Tertangkap Salin Kunci Jawaban
Tim Selidiki Dugaan Kebocoran Soal Ujian
Denpasar-Penyelenggara ujian nasional tingkat SMP sederajat yang mulai berlangsung pad Senin (29/3) masih diwarnai banyak kesalahan. Selain soal rusak hingga tak jelas terbaca, di temukan juga lembar kosong dan tercetak ganda serta nomor soal yang tidak urut. Di Bandung, 5siswa sebuah SMP Negri tertangkap tangan menyalin kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah di periksa, kebenaran kunci jawaban sebesar 30%.
Medan- Tim Pemantau Independen Ujian nasional SMP Sumatra Utara sedang mengumpulkan bukti-bukti dugaan terjadinya kebocoran soal ujian Nasional. Sejauh ini, Dinas
Pendidikan kota Medan sudah memanggil guru dan kepala sekolah, sedangkan polisi memeriksa orang tua siswa.
MEDIA
DAY
JUDUL
SUMMARY
1
Media Indonesia
Sabtu, 27 Maret 2010
Empat Sekolah Akan Lakukan UN Susulan
Kemdiknas memutuskan akan melakukan UN pengganti dan susulan terhadap sekolah yang di indikasi terjadi kecurangan dan salah kirim materi ujian. Sosiolog dari Universitas IndonesiaDr.Imam B Prasodjo meminta pemerintah menghentikan pelaksanaan UN karena berdampak buruk bagi masa depan Bangsa Indonesia
Senin, 29 Maret 2010
179 Siswa SMA Ikuti UN Susulan
Berdasarkan data Disdik DKI Jakarta, siswa SMA yang terdaftar sebagai peserta UN utama sebanyak 59.822 ora g. Namun hingga akhir pelaksanaan ujian pada jum’at (26/3) HANYA 59.643 siswa yang hadir atau sekitar 99,70%. Dengan demikian terdapat 0,30% atau sekitar 179 siswa yang absen.
2
Seputar Indonesia
Senin, 29 Maret 2010
Penyebar Kunci Jawaban UN Ditangkap
Maulana Akbar,23, otak kunci
jawaban soal UN untuk tingkat SMA di tangkap anggota Reserse dan Kriminal Polres Serang .Dari pebuatannya itu Modus penjualan kunci jawaban UN kepada ratusan siswa ini dilakukan oleh pelaku dengan mengirim melalui pesan singkat (SMS) setelah para siswa membayar uang sebesar Rp.50.000.
Selasa, 30 Maret 2010
Kunci Jawaban Palsu Beredar
Pelaksanaan UN SMP Sederajat di DKI_Jakarta kemarin diwarnai dengan beredarnya pesan singkat atau Short message. Kunci jawaban tersebut di terima siswa UN di SMP 19 Jakarta Selatan, yang juga merupakan gudang penyimpanan soal untuk subrayon 09 DKI Jakarta.
Rabu, 31 Maret 2010
Kunci Jawaban Masih Beredar
Ujian Nasional (UN) tingkat SMP telah berlangsung dua hari. Isu kebocoran soal, kunci jawaban yang beredar dan kesalahan pembagian naskah masih
mewarnai pelaksanaan UN. Di kota Depok sejumlah siswa mengaku mendapatkan bocoran kunci jawaban UN, sesaat sebelum ujian berlangsung. Kepala Bagian Operasional Kabag Ops) Polres Depok Kompol Dramayadi juga menanggapi dingin isu tersebut. Menurut dia, sejak beberapa tahun terkahir pihaknya sudah mendapatkan laporan adanya kebocoran UN namun tidak terbukti.
3
KOMPAS
Sabtu, 27 Maret 2010
557 Siswa di Sumut Ujian Ulang
Sebanyak 557 siswa di Sumatra Utara harus ikut Ujian Nasional pengganti pada 5 April nanti menyusul temuan adanya kebocoran soal di kedua sekolah itu. Sementara 2 sekolah di Bali, walau tidak ada indikasi kecurangan namun juga harus mengulang ujian. Anggota komisi X DPR, I Wayan Koster, menyatakan, model ujian seperti saat ini harus diganti untuk memperbaiki mutu
Pendidikan Indonesia. Teramat kentalnya nuansa hukum saat pelaksanaan, seperti hadirnya polisi di sekolah dan saat mengusut kecurangan, adalah indikasi bahwa adanya sesuatu yang salah dengan UN.
Sabtu, 27 Maret 2010
Ikrar Jujur Ujian Nasional
Murid-murid SMP Muhammadyah 1 Simpon jawa Tengah, Jum’at kemarin, menandatangani spanduk sebagai bentuk ikrar kejujuran menjelang pelaksanaan ujian nasional pekan depan, mulai Senin (29/3) denagn ikrar ini mereka bertekad melaksanakan ujian nasional secara jujur tanpa terpengaruh godaan berbuat curang dengan berbagai cara demi lulus ujian.
Senin, 29 Maret 2010
Percetakan “Nakal: Masuk Daftar Hitam
Sejumlah percetakan yang mencetak materi soal ujian nasional akan mendapat catatan khusus dan masuk “daftar hitam”. Langkah ini di tempuh karena
percetakan-percetakan tersebut dinilai ceroboh dalam mengamankan dokumen rahasia Negara sehingga terjadi kebocoran soal UN.
Selasa, 30 Maret 2010
Rabu, 31 Maret 2010
UN Masih Diwarnai Kesalahan
Siswa Tertangkap Salin Kunci Jawaban
Tim Selidiki Dugaan Kebocoran Soal Ujian
Denpasar-Penyelenggara ujian nasional tingkat SMP sederajat yang mulai berlangsung pad Senin (29/3) masih diwarnai banyak kesalahan. Selain soal rusak hingga tak jelas terbaca, di temukan juga lembar kosong dan tercetak ganda serta nomor soal yang tidak urut. Di Bandung, 5siswa sebuah SMP Negri tertangkap tangan menyalin kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah di periksa, kebenaran kunci jawaban sebesar 30%.
Medan- Tim Pemantau Independen Ujian nasional SMP Sumatra Utara sedang mengumpulkan bukti-bukti dugaan terjadinya kebocoran soal ujian Nasional. Sejauh ini, Dinas
Pendidikan kota Medan sudah memanggil guru dan kepala sekolah, sedangkan polisi memeriksa orang tua siswa.
Langganan:
Postingan (Atom)
